Cara Kerja Freon AC Dan Fungsinya

Refrigerant freon adalah zat yang digunakan dalam sistem AC untuk mengalirkan panas dari dalam ruangan ke luar ruangan. Ketika freon mengalir melalui sistem AC, ia mengalami perubahan fase dari bentuk cair menjadi uap dan sebaliknya, sehingga dapat menyerap panas dari dalam ruangan dan membuangnya ke luar ruangan.

Refrigerant freon pertama kali ditemukan oleh seorang ahli kimia bernama Thomas Midgley Jr. pada tahun 1928. Thomas Midgley Jr. bekerja untuk perusahaan kimia bernama DuPont pada saat itu.

Ia mengembangkan freon sebagai alternatif yang aman dan stabil bagi bahan pendingin yang digunakan pada saat itu, yang terdiri dari amonia dan bahan kimia berbahaya lainnya. Thomas Midgley Jr. menemukan dua jenis freon yang sangat populer pada saat itu: CFC (Chlorofluorocarbon) dan HCFC (Hydrochlorofluorocarbon). CFC, yang dikenal dengan nama R-12, digunakan dalam AC dan kulkas untuk waktu yang lama.

Namun, pada tahun 1970-an, diketahui bahwa CFC dan HCFC dapat menyebabkan kerusakan lapisan ozon dan berkontribusi terhadap penipisan lapisan ozon di atmosfer. Sejak itu, penggunaan freon CFC telah dilarang secara internasional melalui Protokol Montreal pada tahun 1987.

Sebagai gantinya, freon yang lebih ramah lingkungan seperti HFC (Hydrofluorocarbon) dan HFO (Hydrofluoroolefin) telah dikembangkan dan digunakan dalam sistem AC dan kulkas modern. Meskipun Thomas Midgley Jr. telah menjadi penemu refrigerant freon,

Penting untuk mencatat bahwa penggunaan freon telah berdampak negatif pada lingkungan. Karena itu, upaya terus dilakukan untuk menggantikan freon dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan dalam sistem pendingin dan AC.

Fungsi refrigerant freon pada AC

1. Menyerap panas: Ketika freon mengalir melalui evaporator, ia menyerap panas dari udara dalam ruangan, sehingga membuat udara menjadi dingin.

2. Mengalirkan panas: Setelah freon mengambil panas dari udara dalam ruangan, ia mengalirkan panas ke kondensor pada unit luar ruangan. Di sana, panas akan dibuang ke udara luar.

3. Mengalirkan uap: Freon mengalami perubahan fase dari bentuk cair menjadi uap saat melewati evaporator dan dari uap menjadi cair ketika melewati kondensor.

4. Memungkinkan pengaturan suhu: Freon memungkinkan pengaturan suhu yang tepat pada sistem AC. Dalam sistem AC, freon berfungsi sebagai medium untuk mentransfer panas dari dalam ruangan ke luar ruangan, sehingga dengan mengubah suhu freon, suhu di dalam ruangan dapat diatur sesuai dengan keinginan.

5. Memungkinkan sirkulasi udara: Freon memungkinkan sirkulasi udara yang baik dalam sistem AC, sehingga udara dingin dapat didistribusikan ke seluruh ruangan.

Namun penting untuk diingat bahwa freon memiliki dampak negatif pada lingkungan jika bocor ke atmosfer. Oleh karena itu, beberapa jenis freon telah dilarang penggunaannya dan digantikan dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan.

 Freon mampu menciptakan efek pendinginan di dalam ruangan

Freon mampu menciptakan efek pendinginan di dalam ruangan karena sifatnya sebagai zat pendingin. Saat freon mengalami evaporasi di dalam evaporator, ia akan mengambil panas dari udara di dalam ruangan dan mengubahnya menjadi gas dingin.

Gas dingin yang dihasilkan akan mengalir ke kompresor melalui pipa-pipa, di mana ia akan dikompresi menjadi gas panas dan bertekanan tinggi. Selanjutnya, freon gas akan mengalir ke kondensor, di mana ia akan mengalami perubahan fase menjadi cairan dingin melalui proses kondensasi. Selama proses kondensasi, freon melepaskan panas yang diambil dari dalam ruangan ke udara luar.

Inilah yang membuat udara di dalam ruangan menjadi lebih sejuk dan nyaman. Freon memiliki sifat yang unik karena dapat mengalami perubahan fase dari cairan menjadi gas dan sebaliknya dengan mudah. Hal ini memungkinkannya untuk mengambil panas dari dalam ruangan dan membuangnya ke udara luar dengan efisien melalui proses evaporasi dan kondensasi.

Dalam siklus kerja AC, freon akan terus mengalami siklus ini, terus-menerus mengambil dan membuang panas untuk menjaga suhu ruangan tetap sejuk dan nyaman. Dalam kesimpulannya, freon mampu menciptakan efek pendinginan di dalam ruangan karena kemampuannya untuk mengambil panas dari udara di dalam ruangan dan membuangnya ke udara luar dengan efisien melalui siklus evaporasi dan kondensasi.

Freon mampu mempertahankan suhu yang diinginkan di dalam ruangan

Freon membantu mempertahankan suhu yang diinginkan di dalam ruangan melalui siklus kerja yang terjadi dalam sistem AC. Berikut adalah bagaimana freon mempertahankan suhu yang diinginkan di dalam ruangan:

1. Pengambilan Panas: Saat AC dinyalakan, freon yang berada dalam evaporator mengalami evaporasi. Selama proses ini, freon mengambil panas dari udara di dalam ruangan. Udara yang panas akan melewati evaporator dan panasnya akan diserap oleh freon yang berubah menjadi gas dingin.

2. Kompresi: Setelah mengambil panas, freon gas dingin dikompresi oleh kompresor. Kompressor meningkatkan tekanan dan suhu freon menjadi gas panas dan bertekanan tinggi. Proses kompresi ini membutuhkan energi listrik.

3. Kondensasi: Freon gas panas dan bertekanan tinggi mengalir ke kondensor. Di kondensor, freon mengalami perubahan fase menjadi cairan dingin melalui proses kondensasi. Selama proses ini, panas yang diambil oleh freon saat evaporasi dilepaskan ke udara luar.

4. Ekspansi: Cairan freon dingin kemudian melewati katup ekspansi, yang mengurangi tekanan freon. Hal ini membuat freon kembali ke evaporator dalam bentuk cairan dingin yang siap untuk mengambil lebih banyak panas dari udara di dalam ruangan.

Siklus kerja ini terus berulang secara terus-menerus saat AC beroperasi, memungkinkan freon untuk terus mengambil panas dari dalam ruangan dan membuangnya ke luar ruangan. Dengan demikian, freon membantu menjaga suhu di dalam ruangan tetap pada tingkat yang diinginkan oleh pengguna.

Selain itu, sistem AC juga menggunakan pengaturan suhu yang dapat diatur oleh pengguna. Ketika suhu di dalam ruangan mencapai tingkat yang diinginkan, sensor suhu akan memberikan sinyal kepada unit AC untuk menghentikan proses pendinginan. Begitu suhu meningkat di atas tingkat yang diinginkan, AC akan kembali beroperasi untuk mendinginkan ruangan.

Dengan demikian, freon bekerja sama dengan pengaturan suhu yang dapat diatur untuk mempertahankan suhu yang diinginkan di dalam ruangan dengan efisien.

Cara Kerja Refrigerant Freon Didalam Sistem AC

Freon bekerja dalam siklus tertutup yang terdiri dari beberapa komponen utama dalam sistem AC. Berikut adalah cara kerja freon dalam sistem AC:

1. Kompresi: Proses dimulai dengan kompresor yang bertugas menekan freon dalam bentuk gas menjadi gas bertekanan tinggi. Tekanan yang tinggi ini menyebabkan suhu freon menjadi lebih tinggi.

2. Kondensasi: Setelah dikompresi, freon bertekanan tinggi dan ber suhu tinggi mengalir melalui kondensor di unit luar ruangan. Di kondensor, freon melepaskan panasnya ke udara luar, sehingga mengalami perubahan fase dari gas panas menjadi cairan dingin.

Dalam kondensor, freon mengalami perubahan fase dari gas panas menjadi cairan dingin melalui proses yang disebut kondensasi. Proses kondensasi terjadi karena perubahan suhu dan tekanan freon saat melewati kondensor. Ketika freon bertekanan tinggi dan ber suhu tinggi masuk ke kondensor, udara luar yang lebih dingin mengalir melalui kondensor.

Kontak antara freon panas dan udara luar dingin menyebabkan perpindahan panas dari freon ke udara luar. Selama proses ini, freon kehilangan panas dan suhunya turun secara signifikan. Penurunan suhu freon menyebabkan molekul-molekul freon saling berdekatan dan saling tarik-menarik secara kuat. Akibatnya, freon berubah fase dari gas panas menjadi cairan dingin. Selama kondensasi, panas yang diambil dari freon oleh udara luar menyebabkan freon melepaskan panasnya.

Ini menghasilkan pelepasan panas yang terkonsentrasi dan efisien dari freon ke udara luar, sehingga mengubah freon menjadi cairan dingin. Proses kondensasi ini penting dalam siklus kerja AC karena menghilangkan panas yang diambil dari dalam ruangan dan membawa panas tersebut ke luar ruangan. Dengan demikian, freon yang telah mengalami kondensasi akan siap untuk melalui tahap berikutnya dalam siklus kerja AC, yaitu reduksi tekanan di katup ekspansi.

3. Reduksi Tekanan: Setelah melalui kondensor, freon cair dengan tekanan tinggi mengalir melalui katup ekspansi, juga dikenal sebagai katup ekspansi termal atau katup capillary. Di katup ekspansi, tekanan freon dikurangi secara drastis, menyebabkan suhu freon turun secara signifikan.

4. Evaporasi: Setelah keluar dari katup ekspansi, freon cairan dingin mengalir melalui evaporator di dalam unit dalam ruangan. Di evaporator, freon menyerap panas dari udara dalam ruangan, menyebabkan freon berubah fase menjadi gas dingin.

5. Sirkulasi: Freon gas dingin kemudian kembali ke kompresor melalui pipa penghubung, dan siklus dimulai kembali. Freon akan terus mengalir melalui siklus ini, mengambil panas dari ruangan dan membuangnya ke udara luar, menciptakan efek pendinginan di dalam ruangan.

Dengan demikian, freon dalam sistem AC berfungsi sebagai medium untuk mentransfer panas dari dalam ruangan ke luar ruangan, menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan nyaman di dalam ruangan.